Ibu rumah tangga dan pelajar,manakah yang cocok berbisnis pulsa?
“Ahh, saya kan cuma ibu rumah tangga ga bisa lah kalo suruh jualan pulsa.”
“Gue ga mau ah, ntar takut ngeganggu konsentrasi belajar gue.”
Macam-macam tanggapan orang ketika melihat sebuah peluang yang begitu menggoda. Bagaimana tidak, mereka tidak melihat potensi yang ada pada diri mereka. Ibu rumah tangga misalnya, hampir sehari penuh seorang ibu rumah tangga selalu ada di rumah. Mengerjakan pekerjaan di rumah, lalu setelah itu selesai? Nonton berita gosip, realitishow atau ngobrol di rumah sebelah sambil nunggu tukang sayur lewat.
Seorang ibu rumah tangga, di Depok – Jawa Barat mampu menghasilkan laba bersih hingga dua puluh ribu per hari. Bayangkan berapa sebulannya? 15ribu x 25 hari= Rp. 375.000,- padahal awalnya hanya bermodal 500.000. Wah kok banyak, katanya 50ribu? Yah maklum di perumahan transaksi pulsanya kebanyakan nominal besar. Ibu Asih namanya, memulai bisnis ini kurang lebih 2 tahun yang lalu, TANPA KIOS dan TANPA BROSUR. Hanya tetangga rumah dan beberapa teman kantor suaminya yang setia membeli pulsa di tempat ibu Asih.
Uang 350.000 rupiah memang sepertinya kecil, namun jika dilihat dari modal keuntungan yang diperoleh sebulan sudah hampir 70% (jauuh lebih besar dari bunga tabungan).
Ah itu kan ibu Rumah tangga, mereka punya banyak waktu di rumah…
Pelajar atau mahasiswa juga bisa njalanin bisnis ini. Kenapa? Modalnya relatif sangat kecil cuma 50RIBU-an, bisa pinjem dulu dari orang tua atau dari hasil ngumpulin uang saku. Nyisihin 5000 per hari, hari ke sepuluh juga udah bisa jualan pulsa. Tapi ingat, sebagai pelajar atau mahasiswa tuga utamanya belajar. Jadi jangan keasyikan setelah pegang banyak duit dari jualan pulsa. Bisnis pulsa bisa kita jalanin di waktu kosong atau kapan saja dimana saja (kali aja ada yang minta pulsa via sms apa telpon). Saya rasa lebih mengganggu kalau kita punya pacar posesif (yang selalu minta laporan ke kita) dari pada sedikit waktu untuk sms pas ada yang beli pulsa.
Dan misalnya saja nih, pahitnya ga ada satupun yang beli pulsa ke kita, tidak perlu berkecil hati. Jika diluaran kita biasa beli pulsa nominal 10ribu bayarnya 11ribu, kita menghemat hampir 1000 rupiah kalau kita transfer pulsa sendiri ke HP kita. Jadi sebenernya, laku atau tidak bisnis pulsa sangat menguntungkan. Tidak percaya? Coba saja?




Semakin dibaca, kayaknya saya jadi semakin pengen coba…